Kamis, 14 September 2017

Bagaimana meminimalisir kerugian dan mengoptimalkan keuntungan dengan perbedaan kepribadian yang ada di dalam konteks pariwisata

Back again with me 

Kali ini saya akan membahas tentang "Bagaimana meminimalisir kerugian dan mengoptimalkan keuntungan dengan perbedaan kepribadian yang ada di dalam konteks pariwisata"

Sekarang yuk kita bahas 

"Bagaimana meminimalisir kerugian dan mengoptimalkan keuntungan dengan perbedaan kepribadian yang ada di dalam konteks pariwisata"

Apa yang kalian tahu tentang kepribadian?

Kepribadian adalah keseluruhan cara seorang individu bereaksi dan berinteraksi dengan individu lain paling sering dideskripsikan dalam istilah sifat yang bisa diukur yang ditunjukkan oleh seseorang.

Menurut Alwisol, Untuk memahami ilmu kepribadian, ada beberapa konsep yang harus dipahami. Karena kepribadian merupakan interaksi yang melibatkan aspek-aspek karakter, temperamen, sifat-sifat, ciri dan kebiasaan. Berikut penjelasan singkatnya :
  1. Karakter (Character), Sebuah gambaran perilaku yang menunjukkan nilai-nilai (benar atau salah dan baik atau buruk) secara jelas (eksplisit) dan samar (implisit).
  2. Temperamen (Temperament), Sebuah kepribadian yang berhubungan dengan determinasi unsur biologis maupun fisiologis.
  3. Sifat-Sifat (Traits), kecenderungan respon yang sama terhadap rangsangan atau stimulasi yang senada. Sifat-sidat ini berlangsung dalam jangka waktu yang cenderung lama.
  4. Ciri (Type attribute), Hampir mirip dengan penejlasan sifat-sifat. Yang membedakan hanya dari sisi rangsangan atau stimulasi yang lebih terbatas.
  5. Kebiasaan (Habits), Adalah respon seseorang yang sama dan cenderung berulang-ulang untuk rangsangan / stimulus yang sama.

Tipe Kepribadian Manusia Carl Gustav

1. Tipe Introvert
Carl Gustav mendefinisikan introvert sebagai sikap individu dengan pandangan subjektif dalam setiap memahami dan memandang kehidupan. Sehingga dalam kenyataanya, tipikal manusia yang memiliki karakter ini lebih suka bekerja sendiri.
Mereka juga tampak pendiam karena memang menyukai suasana tenang dan selalu berpikir kedalam diri (reflektif). Intovert juga menggambarkan sebuah kepribadian orang yang selalu berpikir secara analitis dan mendalam.
Bagi seorang introvert, suasana tanpa melibatkan interaksi yang terlalu banyak bersama orang lain adalah sesuatu yang didambakan. Tidak heran banyak yang beranggapan bahwa orang dengan kepribadian introvert adalah orang yang kurang ramah.
2. Tipe Ekstrovert
Tipe ekstrovert merupakan inversi dari kepribadian introvert. Seseorang dengan karakter ini menyukai hal-hal yang melibatkan orang lain. Berada dalam komunitas dan aktivitas sosial merupakan hal yang menyenangkan bagi orang ekstrovert.
Individu ini biasanya dikenal sebagai pribadi yang supel dan komunikatif. Mereka juga membuka dirinya dengan mudah bercerita kepada orang lain. Mereka ini mampu beradaptasi dengan mudah.
3. Tipe Ambivert
Carl mengatakan bahwa tipe ambivert adalah gabungan antara karakter intovert dan ekstrovert. Orang dengan kepribadian ini seringkali disalahpahami sebagai orang yang mudah sekali berubah-ubah (pendiriannya).
Misalnya saja, seseorang dengan karakter ambivert akan terlihat nyaman dengan keramaian, namun juga ia dapat menemukan kesenangan dalam kesendiriannya. Ciri lainnya, mereka terkadang tampil sebagai orang yang banyak bicara, dan di lain waktu menunjukkan sikap yang pendiam. Ini dikarenakan tipe kepribadian ambivert menyesuaikan dirinya dengan siapa mereka berinteraksi.
Jika mereka berhadapan dengan introvert, maka ia akan lebih aktif dan komunikatif. Begitu juga sebaliknya jika mereka berhadapan dengan ekstrovert, mereka cenderung memilih menjadi orang yang pasif.

cara untuk meminimalisir kerugian dan mengoptimalkan keuntungan dengan perbedaan kepribadian
1. Bersikap dan bertindak dengan bijak terhadap kelebihan dan kekurangan orang lain bahkan dengan diri sendiri 
2. Menghargai orang lain dan diri sendiri dengan tidak menunjukan perbedaan yang tajam
3. Percaya diri 
4. Mengembangkan skill yang ada dalam diri sendiri
Karena setiap individu memiliki kepribadian yang berbeda-beda. Perbedaan tersebut harus saling mengisi kekurangan satu sama lain.

itulah yang dapat saya tau informasi tentang "Bagaimana cara meminimalisir kerugian dan mengoptimalkan keuntungan dengan perbedaan kepribadian yang ada di dalam konteks pariwisata"
terima kasih teman-teman !!
xoxo

Tidak ada komentar

Posting Komentar

© Tourism is everything
Maira Gall